SEJARAH-SEJARAH WORLD WAR II
Translate
Jumat, 18 Maret 2016
KRONOLOGI PERANG PASIFIK
Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik dimulai tanggal 7 Desember 1941 waktu setempat ditandai dengan jepang menyerbu pangkalan Angkatan Laut milik Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai yang dianggap sebagai saingan yang kuat. Agresi militer yang dilakukan Jepang inilah sebagai tanda meletusnya Perang Dunia II. Secara berturut – turut jalannya perang dapat diidentifikasikan dengan urutan sebagai berikut.
Kronologis Perang Dunia II yang terjadi di Asia Pasifik
· 7 Desember 1941 : Jepang menyerbu pangkalan Angkatan LAut milik Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai.
· Tahun 1941-1944 : jepang berhasil menguasai wilayah yang sangat luas meliputi seluruh wilayah Asia Tenggara dan wilayah Cina Timur. Ketika itu, Amerika Serikat dan bangsa Eropa yang berhasil menyelamatkan diri membangun pertahanan di Australia.
· Juli 1944 : pasukan Amerika Serikat dipimpin Jenderal Mac Arthur dengan siasat perang “loncat katak” menyerang pertahanan Jepang di Pulau Saipan (Kep. Mariana) Pasifik dan bertempur di Laut Karang. Pada saat itu, Jepang menderita kekalahan dan Pulau Saipan berhasil diduduki Amerika Serikat.
· 6 Agustus 1945 : Kota Hiroshima dijatuhi bom atom oleh Amerika Serikat dan menyusul tanggal 9 Agustus 1945 giliran Kota Nagasaki. Kedua kota tersebut hancur total dan instalasi militer lumpuh.
· 14 Agustus 1945 : jepang menyerah tanpa syarat kepada Sekutu.
· 2 September 1945 : Jepang menandatangani perjanjian perdamaian di atas kapal Missouri milik Amerika Serikat dan Perang Dunia II di kawasan Asia Pasifik berakhir.
Rabu, 09 Maret 2016
KRONOLOGI BATTLE OF BERLIN
Yups... Kembali lagi bersama saya di sini, kali ini admin akan membahasmembahas tentangtentang KRONOLOGI BATTLE OF BERLIN simaklah cerita berikut ini.
Dalam Perang Dunia II, Pertempuran Berlin adalah serangan terhadap Berlin oleh pasukan dari Uni Soviet dan Polandia pada bulan April dan Mei 1945. Serangan itu dilakukan oleh tiga Front Soviet, (lebih dari 2 juta tentara) dan 1st Polish Army (78,556 tentara). Persiapan untuk pertempuran sendiri berlangsung selama dua minggu, di ikuti bombardir oleh ribuan senjata dan peluncur roket.
Pasukan bertahan Jerman adalah 12th Army, ditarik dari bagian front barat oleh Hitler secara khusus untuk mempertahankan kota. Namun anak-anak dan hari tua pensiunan juga ditekan untuk ikut serta dalam pertahanan kota.
Pada saat pasukan Soviet berusaha masuk ke pusat Berlin, pemimpin Jerman Adolf Hitler bunuh diri pada tanggal 30 April 1945. Dia menunjuk Laksamana Karl Dönitz sebagai Führer baru, yang merundingkan penyerahan diri kepada Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945.
Sejarah Pertempuran Berlin Januari-Mei 1945
Front Timur telah relatif stabil sejak Agustus 1944. Jerman telah kehilangan Budapest dan sebagian besar Hungaria. Rumania dan Yugoslavia dipaksa untuk menyerah dan mengumumkan perang terhadap Jerman. Dataran Polandia terbuka bagi Tentara Merah Soviet.
Para komandan Soviet, setelah menunggu bagi Jerman untuk mengurangi jumlah tentara Polish Home Army, mengambil alih Warsawa pada Januari 1945. Selama tiga hari, di front yang lebar empat army groups(front) Tentara Merah mulai menyerang melintasi Sungai Oder dan dari Warsawa. Setelah empat hari Tentara Merah mulai bergerak 20-25 mil per hari, menaklukkan Baltik, Danzig, Prusia Timur, Poznan, dan berada tiga puluh enam mil di luar Berlin.
Sebuah serangan balik oleh Army Group Vistula yang baru dibentuk gagal pada Februari 24, dan Rusia melaju di Pomerania dan membersihkan tepi kanan Sungai Oder. Di selatan, tiga upaya untuk melepaskan kepungan terhadap Budapest gagal dan kota ini jatuh pada tanggal 13 Februari. Sekali lagi orang Jerman melakukan serangan balasan, Hitler memaksakan suatu objektif yang tidak mungkin terpenuhi untuk menduduki kembali sungai Danube. Pada tanggal 16 Maret serangan itu gagal dan Tentara Merah melakukan serangan balasan pada hari yang sama. Pada tanggal 30 Maret mereka memasuki Austria dan merebut Wina pada 13 April.
Hanya 1/12 atau kurang dari bahan bakar yang dibutuhkan oleh Wehrmacht yang tersedia. Produksi pesawat tempur dan tank turun, dan kualitasnya itu jauh lebih sedikit dari tahun 1944 . Perang ini jelas akan berakhir, tapi Jerman dapat bertahan selama hampir sebulan. Pertempuran itu akan menjadi sengit, kebanggaan nasional dan keinginan untuk mengulur waktu agar pengungsi untuk sampai ke front barat membuat unit-unit Jerman melawan hingga titik darah terakhir.
1 April 1945, Rusia berada di luar Berlin. Mereka membangun kekuatan selama dua minggu, mengetahui bahwa Berlin akan sangat susah direbut. Sekutu Barat yang direncanakan untuk menerjunkan pasukan payung untuk mengambil Berlin, akhirnya memutuskan untuk membatalkan. Eisenhower melihat tidak perlu menambah korban untuk menguasai sebuah kota yang akan berada dalam lingkup pengaruh Soviet setelah perang usai.
Adolf Hitler, yang tidak pernah berpikir pasukan pertahanan Berlin membela dengan gigih, memutuskan untuk tetap di kota. Pertempuran Berlin akan menjadi pertempuran yang menentukan antara Nazisme dan Komunisme.
Serangan itu dimulai dengan ribuan artileri dan roket yang disebut "Stalin Organ" selama berhari-hari. Pada tanggal 16, 1st Belorussian Fronts, 2nd Belorussian Fronts, dan 1st Ukrainian Front, yang berada di Berlin dari Utara, Barat, dan Selatan, diserang Tentara Merah. Apr
il 24 oleh tiga army groups telah berhasil mengepung Berlin.
Hari berikutnya 5th Guard Tank Army bertemu dengan US 1st Army di Torgau, Jerman di Sungai Elbe. Pada tanggal 20 April Hitler memerintahkan 12th Army menghadapi Amerika dan 9th Army untuk masuk ke Berlin dan membuka kepungan. Tak satupun unit yang berhasil melewati tentara Amerika
Nasib Berlin sudah terkepung, tapi perlawanan terus berlanjut. Berjuang itu
Dalam Perang Dunia II, Pertempuran Berlin adalah serangan terhadap Berlin oleh pasukan dari Uni Soviet dan Polandia pada bulan April dan Mei 1945. Serangan itu dilakukan oleh tiga Front Soviet, (lebih dari 2 juta tentara) dan 1st Polish Army (78,556 tentara). Persiapan untuk pertempuran sendiri berlangsung selama dua minggu, di ikuti bombardir oleh ribuan senjata dan peluncur roket.
Pasukan bertahan Jerman adalah 12th Army, ditarik dari bagian front barat oleh Hitler secara khusus untuk mempertahankan kota. Namun anak-anak dan hari tua pensiunan juga ditekan untuk ikut serta dalam pertahanan kota.
Pada saat pasukan Soviet berusaha masuk ke pusat Berlin, pemimpin Jerman Adolf Hitler bunuh diri pada tanggal 30 April 1945. Dia menunjuk Laksamana Karl Dönitz sebagai Führer baru, yang merundingkan penyerahan diri kepada Sekutu pada tanggal 8 Mei 1945.
Sejarah Pertempuran Berlin Januari-Mei 1945
Front Timur telah relatif stabil sejak Agustus 1944. Jerman telah kehilangan Budapest dan sebagian besar Hungaria. Rumania dan Yugoslavia dipaksa untuk menyerah dan mengumumkan perang terhadap Jerman. Dataran Polandia terbuka bagi Tentara Merah Soviet.
Para komandan Soviet, setelah menunggu bagi Jerman untuk mengurangi jumlah tentara Polish Home Army, mengambil alih Warsawa pada Januari 1945. Selama tiga hari, di front yang lebar empat army groups(front) Tentara Merah mulai menyerang melintasi Sungai Oder dan dari Warsawa. Setelah empat hari Tentara Merah mulai bergerak 20-25 mil per hari, menaklukkan Baltik, Danzig, Prusia Timur, Poznan, dan berada tiga puluh enam mil di luar Berlin.
Sebuah serangan balik oleh Army Group Vistula yang baru dibentuk gagal pada Februari 24, dan Rusia melaju di Pomerania dan membersihkan tepi kanan Sungai Oder. Di selatan, tiga upaya untuk melepaskan kepungan terhadap Budapest gagal dan kota ini jatuh pada tanggal 13 Februari. Sekali lagi orang Jerman melakukan serangan balasan, Hitler memaksakan suatu objektif yang tidak mungkin terpenuhi untuk menduduki kembali sungai Danube. Pada tanggal 16 Maret serangan itu gagal dan Tentara Merah melakukan serangan balasan pada hari yang sama. Pada tanggal 30 Maret mereka memasuki Austria dan merebut Wina pada 13 April.
Hanya 1/12 atau kurang dari bahan bakar yang dibutuhkan oleh Wehrmacht yang tersedia. Produksi pesawat tempur dan tank turun, dan kualitasnya itu jauh lebih sedikit dari tahun 1944 . Perang ini jelas akan berakhir, tapi Jerman dapat bertahan selama hampir sebulan. Pertempuran itu akan menjadi sengit, kebanggaan nasional dan keinginan untuk mengulur waktu agar pengungsi untuk sampai ke front barat membuat unit-unit Jerman melawan hingga titik darah terakhir.
1 April 1945, Rusia berada di luar Berlin. Mereka membangun kekuatan selama dua minggu, mengetahui bahwa Berlin akan sangat susah direbut. Sekutu Barat yang direncanakan untuk menerjunkan pasukan payung untuk mengambil Berlin, akhirnya memutuskan untuk membatalkan. Eisenhower melihat tidak perlu menambah korban untuk menguasai sebuah kota yang akan berada dalam lingkup pengaruh Soviet setelah perang usai.
Adolf Hitler, yang tidak pernah berpikir pasukan pertahanan Berlin membela dengan gigih, memutuskan untuk tetap di kota. Pertempuran Berlin akan menjadi pertempuran yang menentukan antara Nazisme dan Komunisme.
Serangan itu dimulai dengan ribuan artileri dan roket yang disebut "Stalin Organ" selama berhari-hari. Pada tanggal 16, 1st Belorussian Fronts, 2nd Belorussian Fronts, dan 1st Ukrainian Front, yang berada di Berlin dari Utara, Barat, dan Selatan, diserang Tentara Merah. Apr
il 24 oleh tiga army groups telah berhasil mengepung Berlin.
Hari berikutnya 5th Guard Tank Army bertemu dengan US 1st Army di Torgau, Jerman di Sungai Elbe. Pada tanggal 20 April Hitler memerintahkan 12th Army menghadapi Amerika dan 9th Army untuk masuk ke Berlin dan membuka kepungan. Tak satupun unit yang berhasil melewati tentara Amerika
Nasib Berlin sudah terkepung, tapi perlawanan terus berlanjut. Berjuang itu
SEJARAH PERANG SOVIET - AFGHANISTAN
Perang Soviet-Afganistan merupakan masa sembilan tahun di mana Uni Soviet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis-Lenin di Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.
Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989. Karena banyaknya biaya dan kesia-siaan konflik ini, Perang Soviet-Afganistan sering disamakan sebagai Perang Vietnam-nya Uni Soviet.[1]
Perang ini memiliki dampak yang sangat besar, dan merupakan salah satu fakta. Daerah yang kini bernama Afganistan sebagian besar merupakan wilayah Muslim sejak tahun 882 M. Negara dengan keadaan geografisnya berupa pegunungan dan gurun pasir mencerminkan pada komposisi etnis, budaya dan bahasanya. Populasinya pun terbagi menjadi beberapa kelompok etnis, Pashtun adalah etnis terbesar, bersama dengan Tajik, Hazara, Aimak, Uzbek, Turkmen dan kelompok kecil lainnya.
Keikutsertaan militer Rusia di Afganistan memiliki sejarah yang panjang, berawal pada ekspansi Tsar yang disebut "Permainan Besar" antara Rusia dengan Britania Raya, dimulai pada abad ke-19 dengan kejadian yang disebut insiden Panjdeh. Ketertarikan akan daerah ini berlanjut saat era Soviet di Rusia, dengan adanya miliaran uang bantuan ekonomi dan militer untuk Afganistan pda tahun 1955 sampai 1978.[3]
Pada Februari 1979, revolusi Islam Iran telah mengusir shah yang didukung oleh Amerika Serikat di Iran. Di Uni Soviet, tetangga Afganistan yang terletak di sebelah utara Afganistan, lebih dari 20% populasinya adalah Muslim. Banyak Muslim Soviet di Asia Tengah mempunyai hubungan yang baik terhadap Iran maupun Afganistan. Uni Soviet juga telah terpojok oleh fakta bahwa sejak Februari, Amerika Serikat telah menurunkan 20 kapal, termasuk 2 pesawat pengangkut dan ancaman konstan peperangan dari Amerika Serikat dan Iran.[4] Maret 1979 juga ditandai Amerika Serikat yang mencanangkan perjanjian perdamaian antara Israel dan Mesir. Pemimpin Uni Soviet melihat perjanjian damai antara Israel dan Mesir sebagai langkah peningkatan kekuatan Amerika Serikat di daerah tersebut. Faktanya, sebuah koran Soviet menyatakan bahwa Mesir dan Israel sekarang adalah sekutu dari Pentagon. Uni Soviet melihat perjanjian tidak hanya perjanjian tertulis di antara dua negara tapi juga persetujuan militer. Selain itu, Uni Soviet menemukan bahwa Amerika Serikat menjual lebih dari 5.000 peluru kendali ke Arab Saudi dan juga membantu atas kesuksesan pertahanan Yemen melawan Faksi Komunis. Republik Rakyat Tiongkok juga menjual RPG Tipe 69 kepada Mujahidin dalam kooperasi dengan CIA. Kemudian, hubungan erat Uni Soviet dengan Irak mengasam, karena Irak, pada Juni 1978, mulai membeli senjata yang dibuat Perancis dan Italia, dan bukan senjata buatan Uni Soviet. Namun, bantuan barat membantu pemberontakan melawan Soviet dilakukan. Beberapa partai memberikan bantuan mereka untuk membantu Mujahidin dalam alasan untuk menghancurkan pengaruh Uni Soviet. Perang Soviet-Afganistan merupakan masa sembilan tahun di mana Uni Soviet berusaha mempertahankan pemerintahan Marxis-Lenin di Afganistan, yaitu Partai Demokrasi Rakyat Afganistan, menghadapi mujahidin Afganistan yang ingin menggulingkan pemerintahan. Uni Soviet mendukung pemerintahan Afganistan, sementara para mujahidin mendapat dukungan dari banyak negara, antara lain Amerika Serikat dan Pakistan.
Pasukan Soviet pertama kali sampai di Afganistan pada tanggal 25 Desember 1979, dan penarikan pasukan terakhir terjadi pada tanggal 2 Februari 1989. Uni Soviet lalu mengumumkan bahwa semua pasukan mereka sudah ditarik dari Afganistan pada tanggal 15 Februari 1989. Karena banyaknya biaya dan kesia-siaan konflik ini, Perang Soviet-Afganistan sering disamakan sebagai Perang Vietnam-nya Uni Soviet.[1]
Perang ini memiliki dampak yang sangat besar, dan merupakan salah satu fakta. Daerah yang kini bernama Afganistan sebagian besar merupakan wilayah Muslim sejak tahun 882 M. Negara dengan keadaan geografisnya berupa pegunungan dan gurun pasir mencerminkan pada komposisi etnis, budaya dan bahasanya. Populasinya pun terbagi menjadi beberapa kelompok etnis, Pashtun adalah etnis terbesar, bersama dengan Tajik, Hazara, Aimak, Uzbek, Turkmen dan kelompok kecil lainnya.
Keikutsertaan militer Rusia di Afganistan memiliki sejarah yang panjang, berawal pada ekspansi Tsar yang disebut "Permainan Besar" antara Rusia dengan Britania Raya, dimulai pada abad ke-19 dengan kejadian yang disebut insiden Panjdeh. Ketertarikan akan daerah ini berlanjut saat era Soviet di Rusia, dengan adanya miliaran uang bantuan ekonomi dan militer untuk Afganistan pda tahun 1955 sampai 1978.[3]
Pada Februari 1979, revolusi Islam Iran telah mengusir shah yang didukung oleh Amerika Serikat di Iran. Di Uni Soviet, tetangga Afganistan yang terletak di sebelah utara Afganistan, lebih dari 20% populasinya adalah Muslim. Banyak Muslim Soviet di Asia Tengah mempunyai hubungan yang baik terhadap Iran maupun Afganistan. Uni Soviet juga telah terpojok oleh fakta bahwa sejak Februari, Amerika Serikat telah menurunkan 20 kapal, termasuk 2 pesawat pengangkut dan ancaman konstan peperangan dari Amerika Serikat dan Iran.[4] Maret 1979 juga ditandai Amerika Serikat yang mencanangkan perjanjian perdamaian antara Israel dan Mesir. Pemimpin Uni Soviet melihat perjanjian damai antara Israel dan Mesir sebagai langkah peningkatan kekuatan Amerika Serikat di daerah tersebut. Faktanya, sebuah koran Soviet menyatakan bahwa Mesir dan Israel sekarang adalah sekutu dari Pentagon. Uni Soviet melihat perjanjian tidak hanya perjanjian tertulis di antara dua negara tapi juga persetujuan militer. Selain itu, Uni Soviet menemukan bahwa Amerika Serikat menjual lebih dari 5.000 peluru kendali ke Arab Saudi dan juga membantu atas kesuksesan pertahanan Yemen melawan Faksi Komunis. Republik Rakyat Tiongkok juga menjual RPG Tipe 69 kepada Mujahidin dalam kooperasi dengan CIA. Kemudian, hubungan erat Uni Soviet dengan Irak mengasam, karena Irak, pada Juni 1978, mulai membeli senjata yang dibuat Perancis dan Italia, dan bukan senjata buatan Uni Soviet. Namun, bantuan barat membantu pemberontakan melawan Soviet dilakukan. Beberapa partai memberikan bantuan mereka untuk membantu Mujahidin dalam alasan untuk menghancurkan pengaruh Uni Soviet.
Sekianlah
sedikit cerita dari perang afghanistan - soviet
Langganan:
Komentar (Atom)